Temukan Rumah Kedua di Java Banana Semarang


Pada awalnya Java Banana Semarang Residence merupakan sebuah tempat tinggal milik keluarga HM.Sunarto, sebagai tempat berkumpul keluarga pada saat hari raya.

"Setelah kakek nenek (HM. Sunarto dan istri-red) kami wafat, keluarga berpikir untuk tetap menjadikan rumah ini sebagai rumah kedua yang nyaman bagi keluarga kami," ungkap Bagas Indyatmono, pengelola Java Banana Semarang Residence.

Dengan 17 kamar yang terdiri dari 2 kamar suite room, 4 kamar deluxe dan 11 kamar executive Java Banana Semarang Residence dirancang dengan konsep "Your Home When You Are Away". Konsep Residence yang tetap mempertahankan keaslian dari bangunan awal ini terbuka bagi siapa saja yang sedang berada jauh dari rumah mereka.

Dibangun di atas lahan seluas ±1200m², Java Banana Semarang Residence didesain menjadi sebuah premium guest house. Fasad bangunan, Java Banana Semarang Residence nampak tidak begitu besar. Tetapi apabila melangkah lebih jauh ke dalam, kita akan menemukan sebuah space yang sangat lapang.

"Kami merancang bangunan dengan efektif. Selain menciptakan kesan yang luas, kami juga menginginkan sirkulasi udara yang baik untuk meminimalisir penggunaan pendingin udara di ruang publik," terang Bagas.

Mengenai pemilihan nama "Java Banana" sendiri, Bagas mengatakan bahwa nama tersebut diambil dari hotel yang juga dikelola oleh keluarga Sigit Pramono, orang tua Bagas Indyatmono yaitu Java Banana Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. Java Banana Bromo merupakan hotel yang dibangun dengan sebuah lodge, cafe dan gallery. Nama Java Banana muncul secara kebetulan. “Karena kami (Bagas Indyatmono dan Sigit Pramono - red) sangat menyukai buah pisang dan berbagai olahannya, kami tertarik untuk menjual beberapa produk makanan di kafe ini (Java Banana Bromo – red). Kemudian kami berdua sepakat untuk menamai kafe dan galeri ini dengan nama Java Banana. Java berarti kopi dan Banana adalah pisang. Semudah itu”, kisah Bagas.

Konsep bangunan Java Banana Semarang Residence adalah Ethnic Modern. Berbagai ornamen tradisional berbahan kayu mendominasi interior Java Banana Semarang Residence. ”Kami menginginkan suasana tradisional yang dikemas dengan nuansa modern”, ungkap Bagas. Elemen-elemen tradisional banyak terdapat pada public area seperti hiasan dari batik, relief Candi Sukuh dan replika patung terakota dari Kerajaan Majapahit. Selain itu penggunaan material alam seperti batu kerikil dan batu andesit, menghiasi ekterior bangunan. Unsur-unsur modern dijumpai dari desain arsitektur yang mengusung langgam minimalis dan perpaduan material kayu dan marmer. Kontur tanah yang tidak rata dimanfaatkan owner sebagai carport yang terdapat di bawah bangunan.

Dengan bangunan bergaya minimalis, konsep tata ruang dirancang agar dapat mengakomodasi berbagai macam keperluan bagi siapapun yang singgah di Java Banana Semarang Residence. “Kami harus membangun tata ruang yang baik untuk menciptakan suasana hommy dan cozy”, tutur Bagas. Pemilihan furnitur juga menyesuaikan konsep bangunan. “Hampir semua furnitur kami desain dan produksi sendiri, sehingga kami dapat lebih leluasa untuk memperkuat konsep kami. Dalam finishing furnitur kami menggunakan produk berbahan dasar air sehingga ramah lingkungan”, lanjut Bagas.

Memasuki pintu utama , kita akan disambut lorong memanjang yang menghubungkan entrance area dengan lobby room. Lorong ini juga difungsikan sebagai Gallery untuk memajang berbagai macam benda seni. Lantai marmer dipadukan dengan dinding berbalut wallpaper warna cokelat memancarkan aura kehangatan. Pada salah satu dinding terdapat sebuah rak kayu yang digunakan untuk meletakkan berbagai jenis terakota. Foto-foto koleksi pribadi owner dipasang dengan rapi pada dinding sebelah kanan.

"Foto-foto ini merupakan hasil potret dari owner sendiri yang memang hobby fotografi," ucap Diana Refelina, Purchasing Officer Java Banana Semarang Residence. Keunikan yang ditemukan pada entrance area ini adalah pemasangan beberapa lampu spot pada plafon. Lampu-lampu tersebut untuk menerangi foto-foto yang terbingkai cantik pada dinding.

Ruangan resepsionis pun terasa nyaman dengan perpaduan tiga material yaitu marmer, kayu dan kaca tampak anggun dengan adanya sebuh foto candi Gedong Songo. Ruang lobby room Java Banana Semarang Residence didesain seperti reading room. Berbagai macam buku bacaan mulai dari buku populer, bisnis, sastra dan agama tertata rapi pada sebuah rak. Di depan rak buku terdapat sebuah meja kayu persegi lengkap dengan empat buah kursi dan sebuah sofa berwarna krem menghadap ke arah Gunung Ungaran.

Konsep modern tersaji pada setiap kamar. Kamar tipe executive pada guest house yang dibuka pada Oktober 2013 ini terletak pada lantai satu dan dua. “Java Banana Semarang ini dikonsep sebagai premium guest house, dengan fasilitas seperti hotel”, tambah Diana. Setiap tamu yang menginap akan dibekali dengan sebuah smartcard yang berguna untuk menyalakan lampu di dalam kamar.Tipe kamar ini terdiri dari single bed dan twin bed. Suasana interior kamar tipe executive ini menawarkan kenyamanan dan ketenangan bagi para pengunjung. Bed dengan kayu dipadukan dengan lantai parquet mereduksi udara dingin yang sering terjadi di daerah perbukitan. Sinar matahari dapat langsung bebas masuk melalui jendela kaca besar pada samping kamar tidur.

Kamar tipe deluxe yang berjumlah empat buah terdapat di lantai tiga. Dengan master bed room yang lebih besar. Lantai menggunakan latec deck dikombinasikan dengan berbagai furnitur minimalis. Tirai-tirai panjang mempercantik setiap jendela kamar tipe ini. Setiap kamar mandi di Java Banana Semarang Residence ini bergaya modern.

Kamar tipe suite room terletak di lantai satu, tepatnya di sebelah kiri pintu masuk. “Suite room ini sebenarnya merupakan kamar pribadi dari owner jika berkunjung ke sini”, terang Diana. Ruangan ini berisi dua buah kamar tidur dan sebuah ruang keluarga. Atmosfer ketenangan dan privasi dari tamu di ruang ini sangat terjaga. Di depan kamar tidur terdapat dua buah space. Space pertama digunakan sebagai ruang santai. Sofa besar dan lazy chair tampak serasi dengan ornamen penghias yang ditempatkan pada dinding. Di belakangnya terdapat sebuah space yang dapat difungsikan sebagai ruang tamu. Meja kayu berbentuk oval dengan tiga buah kursi serta beberapa foto pribadi menghiasi ruangan ini.

Pada lantai tiga terdapat sebuah small meeting room. Meeting room berbentuk persegi panjang dengan kapasitas sekitar 8-10 orang. Meeting room ini berbatasan langsung dengan area outdoor yang digunakan sebagai cafe. Salah satu dinding pembatas terbuat dari kaca dengan rangka kayu. Sebagai pencahayaan di area ini, digunakan lampu gantung yang dipadukan dengan deretan lampu spot.

Selain sebagai guest house, Java Banana Semarang Residence juga terdapat kafe. Kafe ini terletak di lantai dua dan tiga. Menu-menu yang disajikan adalah western food dengan special menu dari bahan buah pisang. Untuk beverage tersedia beragam minuman diantaranya berbahan dasar kopi seperti Espresso dan Cappucino. Kafe ini mulai beroperasi pada sore hingga malam hari.



Java Banana Residence & Cafe Semarang

Jl. Bukit Raya No. 14 Bukit Sari
Semarang 50269, Jawa Tengah-Indonesia
Telp. 024-747 5327
Fax. 024-768 5205
info@java-banana.com
www.java-banana.com
Reservation : 021-751 0338
Email: booking@java-banana.com










[rumahjogjaindonesia.com]
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar