Sam Po Kong Semarang


Klenteng Sam Poo Kong dibangun oleh Sam Poo Tay Djien dalam lawatannya ke Semarang. Klenteng ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahunnya bertepatan tanggal 29 Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poy Tay Djien. Diawali dengan pawai dari Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok menuju Klenteng Sam Poo Kong. Terletak di Jalan Simongan 129 dan dibuka untuk umum setiap saat selama 24 jam.

Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong atau sering juga orang menyebut Sam Po Kong merupakan sebuah petilasan, yaitu tempat persinggahan dan pendaratan seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an". Tempat ini biasa juga disebut dengan Gedung Batu, karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu.

Komplek Klenteng Sam Po Kong terdiri atas sejumlah anjungan yaitu Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan Mbah Kyai Tumpeng). Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan. Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Zheng He).

Bentuk bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan tipe klenteng yang lain, klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.

Orang Indonesia menganggap bahwa bangunan yang bernuansa merah dan berarsitektur Cina merupakan bangunan China, kemudian mereka menganggap bahwa tempat tersebut adalah sebuah klenteng. Saat ini tempat tersebut digunakan sebagai tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Po Tay Djien sebagai sarana pendukung untuk beribadah. Padahal laksamana Cheng Ho adalah seorang muslim, tetapi oleh mereka di anggap dewa. Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Kong Hu Cu atau Tau menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.


Lokasi : Jl. Simongan Raya 129, Kota Semarang, Jawa Tengah
Kode Pos: 50245
Telp : (024) 7605277




[wisatajateng.com]
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar