Kesalahan Mendasar Saat Mengemudi

Rasanya Anda pun setuju, jika pemilik atau pemegang Surat Ijin Mengemudi bukan jaminan seseorang adalah pengemudi yang baik. Implikasinya adalah potensi kecelakaan yang dapat membahayakan jiwa. Entah itu karena keteledoran, kemampuan berkendara yang minim, atau respon yang lambat.

Nah, sebelum bahaya itu terjadi,berikut rangkuman dari beberapa sumber tentang enam kesalahan mendasar saat mengemudi:

1. Berpindah Lanjur Seenaknya

Salah satu penyebab utama kecelakaan adalah ketidakdisiplinan pengemudi untuk tetap berada di lajur.

Perilaku mengemudi yang tidak disiplin seperti ini setidaknya beresiko pada kemacetan lalu lintas, lebih jauh lagi potensi kecelakaan dengan pengguna jalan lainnya.

2. Menggunakan Telepon Genggam

Sudah menjadi kebiasaan, khususnya di kalangan urban, jika mengemudi sambil memainkan telepon genggam. Imbasnya fokusnya pada kondisi lalu lintas jadi tidak maksimal. Hal ini sebenarnya juga telah diatur dalam Peraturan Lalu Lintas sesuai UU No. 29 tahun 2009, dengan ancaman hukuman Rp 750 ribu atau kurungan paling lama tiga bulan. Sayangnya hal ini tidak juga membuat pengemudi jera.

Beberapa produsen mobil sebenarnya juga sudah turut memperhatikan hal ini, dengan menyediakan fitur semacam voice command (perintah suara) yang terintegrasi pada sistem kendaraan pada produksi kendaraan terbarunya. Di Indonesia sendiri, fitur semacam ini baru tersedia pada beberapa model kendaraan saja.

3. Makan dan Minum

Gaya hidup urban membuat kabin mobil jadi ruang serba guna, termasuk makan dan minum sambil mengemudi. Hal ini tentu sangat membahayakan. karena posisi tangan jadi tidak sigap di setir kemudi. Bayangkan jika sesuatu terjadi mendadak di sekitar mobil Anda, dan terlambat untuk merespon.

4. Tidak Merawat Kendaraan

Upaya pembiaran untuk tidak mengikuti petunjuk standar perawatan berkala dari pabrikan yang tertera di buku manual juga merupakan potensi bahaya lain. Sadarkah Anda jika usia komponen pada kendaraan memiliki periode aus dan harus segera diganti? Sebutlah kampas rem yang habis, atau wiper yang bermasalah. Biasakanlah merawat kendaraan secara berkala, demi kesehatan kendaraan Anda, demi keselamatan Anda saat mengemudi!

5. Melewati Batas Kecepatan

Aturan tentu dibuat berdasarkan riset dan pertimbangan keselamatan dan keamanan, namun hal ini kerap kita lihat di jalan raya, khususnya di toll. Bukan rahasia lagi, jika kita kerap melihat, bahkan mungkin juga jadi pelakunya, saat mengemudikan kendaraan melewati batas kecepatan yang dianjurkan, semisal di atas 100 km/jam. Imbasnya saat terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki di depan mobil, respon pengemudi jadi lebih rendah untuk menormalkan laju kendaraan.

6. Respon yang Lambat

Bukan rahasia lagi, jika respon yang lambat dalam membaca kondisi lalu lintas menjadi penyebab satu di antara pencetus kecelakaan. Bahkan tidak jarang, karena hal ini nyawa menjadi taruhannya.

Biasakanlah untuk tetap fokus mengevaluasi kondisi lalu lintas di sekitar Anda saat mengemudi, sehingga Anda bisa memiliki keputusan yang paling tepat dan cepat, saat terjadi kecelakaan. Baik kecelakaan itu terjadi di depan, di samping atau di belakang mobil Anda.

Ingat, jangan pernah menggantungkan harapan hidup dari potensi kecelakaan pada pengguna jalan lainnya. Mulailah dari diri Anda!
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar