Puasa Sehat Bagi pengidap Diabetes

Puasa sehat bagi pengidap diabetes, penderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis masih bisa semangat menjalankan ibadah puasa. Namun, pasien diabetes harus tetap waspada hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah.

Terdapat sejumpal tips dan kiat yang harus dilakukan oleh penderita diabetes jika menginginkan ibadah puasa. Penderita diabetes harus melakukan konsultasi dengan dokter, karena kadar gula darah penderita diabetes tidak boleh kurang 200mg/dl. Penderita diabetes yang mempunyai kadar gulanya dibawah 60 mg/dl tidak dianjurkan berpuasa.
Jadi harus benar-benar dipastikan kadar gulanya terkontrol jika hendak berpuasa. Ahli gizi Clinical Study Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Hudyono menjelaskan, pasien diabetes selama kadar gulanya di bawah 300 mg/dl masih boleh berpuasa. Tetapi, penderita harus menghitung dengan pasti berapa kebutuhan kalorinya.
Sebab, tidak setiap individu memiliki kebutuhan kalori yang sama. "Tergantung tinggi dan berat badan, serta aktivitas pekerjaan sehari-hari yang dijalaninya," ujar Hudyono.
Makanya, pengaturan pola makan ketika puasa wajib dilakukan oleh penderita diabetes. Saat makan sahur, penderita diabetes harus perbanyak makan serat dan mengurangi lemak. Jika mengonsumsi karbohidrat, hendaknya memilih makanan yang membutuhkan waktu lama untuk pembakaran.
Selain hidangan utama seperti nasi dan lauk-pauk, jangan lupa menyantap buah. Hindari ketan dan mi, juga sayuran yang mengandung gas seperti kol. Pengidap diabetes cenderung mengalami gangguan pada saluran pencerna yaitu kerongkongan. Konsekuensinya, jika mengonsumsi makanan bergas, aliran makanan ke lambung tersendat dan perut terasa mual.
Baik ketika sahur ataupun berbuka puasa, penderita diabetes wajib menyantap makanan manis. Tujuannya untuk menjaga cadangan energi dalam tubuh sekaligus mengembalikan energi yang hilang. Tetapi, makanan manis yang dikonsumsi sebaiknya menggunakan pemanis dari bahan-bahan alami seperti buah-buahan.
Jadi, jangan takut makan makanan manis meski terkena penyakit diabetes.  "Penderita diabetes bisa juga menggunakan gula rendah kalori. Atau bisa pula mengonsumsi susu khusus yang aman bagi penderita diabetes," kata Hudyono.

Tetap minum obat

Tak hanya sekadar menjaga pola makan, pasien diabetes harus tetap rutin minum obat untuk kencing manis. Obat diabetes yang kadarnya lebih keras dalam mengontrol gula darah sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa.  "Sementara obat yang lebih ringan bisa dikonsumsi saat bersantap sahur," imbuh Titi.
Saat berbuka puasa, pasien diabetes boleh minum teh manis dengan gula diet. Setelah itu, baru minum obat diabetes dan kemudian makan besar.
Hal lain yang perlu diperhatikan bagi para diabetesi adalah olahraga ringan. Mereka yang terkena vonis diabetes boleh beraktivitas fisik dengan intensitas yang teratur. Perlu dicatat, olahraga berat akan menguras tenaga sehingga sebaiknya dihindari bagi para penderita diabetes. Cukup melakukan olahraga ringan menjelang waktu buka puasa.
Menurut Hudyono, hal yang paling harus dicermati adalah penggunaan insulin bagi penderita diabetes. Dibandingkan obat diabetes umumnya, insulin bisa menurunkan kadar gula darah dengan cukup drastis.
Ia bilang, jangan menggunakan insulin ketika sahur. Jika jumlah kadar insulin dalam tubuh meningkat dan tidak disertai asupan makan sesudahnya bisa menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula yang terlalu rendah.
Insulin sebaiknya digunakan pada saat berbuka puasa. "Karena kalau diberikan pada saat buka dan kadar gula bersangkutan drop, ia masih bisa makan malam harinya atau pada saat sahur," jelas Hudyono. Ada baiknya, penderita diabetes yang sudah menjalani pengobatan suntik insulin berkonsultasi dengan dokter.
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar