10/11/14 - Archieve

Under the hood articles from the past.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Sup Ikan Bengawan Resto, Cafe, Bakery & Oleh Oleh

Rental Mobil Semarang Mulai Rp 175 ribu - 02470165523, 081390339313, 08156599124, 081901657313, 088802533313 

Sewa Mobil Semarang  -  Sup Ikan Bengawan Resto mempunyai menu andalan Sup Ikan Gurame dan Nila dengan pilihan rasa Original dan Asam Pedas. Sehat, segar, bergizi, tidak amis. Tersedia dalam porsi kecil (1-2orang) maupun besar (3-5orang). Bengawan Resto juga menyediakan Gurame asam manis, Gurame bakar, Ayam goreng, Ayam bakar, Nasi Bakar dan 9 varian Nasi goreng. Harga yang ditawarkan pun sukup terjangkau mulai 8000-an (nasi bakar dan nasi goreng). dan 25.000 untuk sup ikan nya.

Sup Ikan Bengawan Resto, Cafe, Bakery & Oleh Oleh.
Alamat: Jl. Gatot Subroto 169 Ungaran (depan PT. Mas) Kab Semarang.
Nomor Telepon /Fax 024 6924133.
Mobile: 087877116669
Facebook: bengawanresto@yahoo.com
Website: www.bengawanresto.web.id
Buka setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-21.30 (Senin Libur).

Langeng Trimakasih Pelanggan LMJrentcar.com

Rental mobil Semarang - LMJrentcar.com. Banyak perusahaan yang menekankan pentingnya pelanggan dan sangat percaya bahwa pelangganlah jawaban atas kelangsungan bisnis perusahaan maka diperlukan hubungan.

    Pernahkah kita bertanya apakah solusi terhadap kelangsungan bisnis itu?  Sebuah perusahaan penerbangan ,yang melihat penurunan animo pelanggan untuk terbang dengan maskapainya melakukan diskusi dengan pelanggan utama dan mencari penyebabnya. dari diskusi ditemukan, alasan utama menghindari maskapai tersebut bukan karena servis maskapai, tetapi justru karena servis petugas imigrasi di bandara.

 Inilah fakta bahwa tidak selamanya dengan mudah kita menangkap aspirasi pelanggan dan menanggapinya. Ada perusahaan yang hubungannya begitu mesra dengan pelanggan, terutama pelanggan lama, sehingga mereka sangat senang berhubungan dengan staf perusahaan tersebut.

    Sebagai contoh perusahaan percetakan uang negara yang tadinya berada dalam comfort zone monopoli dan sistem security yang jelas-jelas aman pada zamannya. Namun, sekarang mereka menghadapi tantangan baru. Bukan saja karena keran persaingan yang buka, tetapi juga kenyataan lain. Bila ingin mendirikan pabrik yang "aman" mereka perlu membangun sistem security dengan investasi super mahal.

    Dalam keadaan terjepit, atau justru dengan kemampuan mengantisipasi keadaaan terjepit, kita sebetulnya bisa berpikir jauh kedepan dan menyiapkan tatanan baru dalam bisnis kedapan. Sudah saatnya kita tidak hannya berupaya keras membenahi sistem dan operasi internal kita, mengingat ancaman di luar sana lebih keras dan berbahaya.