Wedang Tahu Semarang

Rental Mobil Semarang Mulai Rp 175 ribu - 02470165523, 081390339313, 08156599124, 081901657313, 088802533313  
Sewa Mobil Semarang  - Wedang Tahu Semarang merupakan minuman yang sebenarnya bukan terbuat dari tahu, melainkan dari sari kedelai (bahan pembuat tahu) yang memiliki aroma jahe dan diberi kembang tahu. Minuman ini banyak dinikmati di saat suasana dingin di musim penghujan dan juga di pagi atau malam hari. Wedang tahu yang berasal dari Tiongkok ini kini dianggap sebagai salah satu kekayaan kuliner dari Semarang. Hal ini karena minuman ini menjadi menu favorit di Semarang pada masa pra-kemerdekaan Indonesia, bukan saja bagi warga Tionghoa melainkan juga penduduk setempat saat itu. Minuman khas ini konon sempat hampir punah di Indonesia, namun sekarang ini, selain di Semarang sendiri, wedang tahu juga dijajakan di beberapa kawasan Pecinan (Chinatown) di Indonesia, dan sering disebut sebagai Wedang Tahu Semarang.

Wedang Tahu Semarang dibuat dari susu kedelai yang dicampur dengan air garam, dan bubuk agar-agar yang dimasak sehingga menjadi kembang tahu atau tahu sutera, yang nantinya dijadikan sebagai isi dari wedang tahu tersebut. Ada kesamaan rasa dalam kuah wedang tahu ini dengan wedang ronde, hanya saja hal yang membedakan adalah wedang ronde terdiri dari beberapa macam komposisi yang penuh warna sedang wedang tahu sendiri hanya minimal warna saja. namun soal citarasa keduanya tidaklah berbeda jauh. Cara pembuatan dan penyajian wedang tahu adalah dengan mendidihkan air kedelai yang kemudian ditambahkan dengan agar-agar, gula, dan garam. Campuran air kedelai tersebut kemudian dididihkan kembali, lalu diangkat dari kompor dan dibiarkan hingga membeku. Sesudahnya, campurkan jahe, gula merah, gula pasir, jahe, daun pandan, daun jeruk, kayu manis, cengkeh, dan garam yang direbus hingga kesemuanya menjadi larut dan wangi untuk kemudian disaring kuahnya dan dijadikan sebagai kuah wedang tahu.

Konon, wedang tahu pertama kali dijajakan di Semarang pada akhir abad ke-19 oleh seorang imigran Tiongkok bernama Ong Kiem Nio di Pasar Gang Baru, daerah Pecinan, Semarang. Kemudian, di masa-masa sesudahnya, orang lain diberi kesempatan untuk ikut menjajakan dan memasyarakatkannya. Penjual wedang tahu biasa menjajakan minuman ini dengan pikulan atau berada di pinggir jalan dan untuk menarik perhatian para calon pembeli, dengan membunyikan piranti musik teng-teng berukuran mini lewat pemukul dari kayu.

Kini, usaha yang dilakukan oleh Ong Kiem Nio diteruskan oleh cicitnya yang bernama Yeni Dewi Muktiningrum (kini berusia 36 tahun) di Jalan Sebandaran II, kawasan Pecinan, Semarang. Sebagian besar penjual wedang tahu zaman Ong Kiem Nio juga mewariskan pekerjaan tersebut kepada anak cucu mereka. Anda yang ingin mencicipi Wedang Tahu Semarang yang telah melegenda ini dapat mencarinya di kawasan Pecinan atau di Waroeng Semawis Semarang.

Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar