Tips Berkendara Saat Mendahului

Ketika para pengendara kendaraan bermotor melaju di jalan dengan tidak memperhatikan situasi sekitar akibatnya bisa fatal. Salah satu hal yang amat penting dalam berkendara di jalan adalah tidak boleh lengah. Karena itu, kerap disebut-sebut bahwa berkendara adalah pekerjaan penuh waktu. Berkendara pantang disambi dengan aktifitas lain mengingat kecelakaan lalu lintas jalan senantiasa mengintai, lengah sedikit bisa berakibat buruk. Memperlebar celah terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan.

Kelengahan juga bisa terjadi saat seseorang hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya. Karena itu, kewaspadaan dan konsentrasi menjadi mutlak.

Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan saat hendak mendahului, yakni setidaknya ada tiga langkah penting:

Pertama, perhatikan situasi arus kendaraan dari arah depan. Selain itu, lihat juga marka dan rambu jalan yang ada di depan. Marka jalan berupa garis putih menyambung merupakan salah satu isyarat agar seseorang tidak mendahului mengingat marka itu bermakna tidak boleh dilintasi. Marka garis putih menyambung punya makna seperti median jalan permanen berbentuk beton. Seluruh informasi mengenai hal itu didapat dengan menebar pandangan sejauh mungkin ke arah depan.

Kedua, pastikan ruang untuk mendahului cukup luas. Artinya, bisa dilalui oleh kendaraan yang hendak didahului dan kendaraan yang hendak mendahului.

Ketiga, lihat pergerakan kendaraan dari arah belakang dengan melirik kaca spion di kiri dan kanan kendaraan. Selain itu, tentu melihat situasi di kiri dan kanan jalan.

Keempat, memberi isyarat saat hendak mendahului dengan menyalakan lampu sein. Memberi lampu berkedip lewat lampu utama dan memberikan isyarat bunyi-bunyian, yakni dengan membunyikan klakson satu dua kali.

Kelima, saat hendak mendahului pastikan posisi gigi kendaraan di posisi rendah, misal di posisi kedua, lalu kecepatan ditambah saat melaju hingga akhirnya melampaui kendaraan yang hendak didahului.

Lima langkah itu dipercaya mampu mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas jalan saat hendak mendahului kendaraan yang ada di depan. Namun, pada sisi lain, ada beberapa situasi atau hal yang pantang dilakukan saat hendak mendahului. Komisaris Besar (Kombes) Polisi Chrysnanda Dwi Laksana, dalam materi tertulisnya ‘Ngantuk Berkendara = Maut’ mengelompokan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat hendak mendahului ke dalam dua kelompok, yakni pada area tertentu dan kondisi lalu lintas tertentu.

Mendahului pantang dilakukan dalam area-area sebagai berikut:

Pertama, dekat dengan tikungan. Risiko sangat tinggi jika mendahului di tikungan jalan, terutama risiko terjadinya tabrakan dengan kendaraan dari arah depan. Tikungan, terlebih tikungan tajam, merupakan salah satu lokasi kecelakaan yang sering terjadi di Indonesia. Pada 2013, tikungan tajam menjadi penyumbang terbesar terjadinya kecelakaan yang dipicu oleh faktor jalan. Kontribusi tikungan tajam mencapai 17% dari sepuluh aspek yang ada di faktor jalan. Tahun itu, setiap hari rata-rata terjadi empat kasus kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Mendahului di tikungan tajam menjadi kian runyam saat situasi jalan juga ditambah dalam kondisi berlubang dan minim penerangan jalan.

Kedua, dekat dengan persimpangan. Hal itu untuk menghindari tabrak belakang yang terjadi lantaran kendaraan yang hendak didahului secara tiba-tiba berbelok ke simpangan tersebut.

Ketiga, di jembatan. Umumnya di jembatan ruang untuk mendahului amat tipis, karena itu oleh penanggung jawab kecelakaan di jembatan biasanya diberi marka jalan garis putih menyambung.

Keempat, di lereng curam. Kemiringan yang cuku curam tentu mempengaruhi pergerakan kendaraan yang sewaktu-waktu bisa lebih mudah tergelincir.

Sementara itu, mendahului juga pantang dilakukan dalam kondisi arus lalu lintas sebagai berikut:
Pertama, tidak mendahului kendaraan di depan secara bersamaan atau lebih dari satu kendaraan. Cara mendahului seperti ini kian mempersempit ruang untuk mendahului dan memperlebar celah bertabrakan dengan kendaraan dari arah depan.

Kedua, jangan mendahului jika tiba-tiba kendaraan yang hendak didahului justeru menambah kecepatan.

Ketiga, jangan mendahului jika pandangan pengemudi yang hendak mendahului terhalang. Pandangan yang terhalang praktis mengurangi informasi yang dibutuhkan ketika hendak mendahului.

Beberapa langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Tabrakan depan dengan depan atau adu kambing sering terjadi di Indonesia. Pada 2013, tabrak depan dengan depan kendaraan menjadi penyumbang terbesar dari Sembilan jenis kecelakaan lalu lintas jalan, yakni 23,46%. Angka itu setara dengan 64 kasus kecelakaan setiap harinya. Bukan mustahil kecelakaan jenis itu terjadi saat hendak mendahului.
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar